the world of chi-i



resensi usagi yojimbo (stan sakai)

Hingga kini serial sudah diterbitkan dalam 2 buku; Shades of Death dan Daisho, dan resensi berikut dibuat berdasarkan kedua buku tersebut. Sayangnya belum ada info dari Gramedia tentang rencana terbit buku ketiga. Semoga dengan adanya lomba resensi ini, dapat menginspirasikan Gramedia untuk melanjutkan serial novel grafis ini.

Langsung terjun ke tengah cerita, kita langsung berhadapan dengan usaha Miyamoto Usagi (kelinci) dan rekannya Gen (badak) menyelamatkan diri dari kepungan para ninja. Setelah bertempur mati-matian di pinggir jurang, Usagi dan Gen secara nekat terjun ke sungai yang deras. Terbawa derasnya arus sungai, mereka berhasil meloloskan diri dan terbawa ke suatu daerah asing. Ditolong seekor tikus bernama Kakera, mereka diceritakan masalah yg sedang dihadapi desa Kakera. Desa itu sedang dikepung ninja klan neko (kucing) yang mengincar kekuatan sihir Kakera. Mereka mendapati bukti bahwa para pendekar yang ditunggu Kakera ternyata sudah dibunuh para ninja Neko. Merasa terjepit, Kakera pun mengambil keputusan untuk memanggil para pendekar dari dunia lain. Setelah menjalani ritual sihir, ternyata 4 kura-kura yang dijadikan medium sihir berubah menjadi Kura-Kura Ninja! Tak dinyana, ternyata Leonardo dan Usagi sudah saling kenal sebelumnya (pertemuan mereka sebelumnya waktu Usagi jadi bintang tamu di serial TV Kura-kura Ninja) Setelah dijelaskan situasinya, para Kura-kura Ninja bersedia membantu desa Kakera (yang mereka anggap mirip dengan guru mereka, Master Splinter).
Dikala malam penjagaan desa diperketat untuk menghindari masuknya penyusup, ninja neko berhasil mengalihkan perhatian mereka dengan membakar rumah salah seorang penduduk.Ditengah kerusuhan, Kakera berhasil diculik para ninja Neko. Usagi dan yang lain berusaha mengejar dengan menggunakan jejak yang ditinggalkan Leonardo. Berhasil mendobrak markas ninja neko bukan berarti mereka berhasil merebut kembali Kakera. Tikus tua itu sudah keburu dipindahkan oleh rombongan kecil keluar markas. Berhasil mengejar mereka ditengah jalan, Usagi mendapati klan ninja neko justru pecah karena perebutan kekuasaan. Berhasil menghadapi para anak buah, usagi bersiap menghadapi kunoichi (ninja perempuan) si pemimpin klan. Sama sekali tak diduganya kunoichi itu mengenali Usagi sebagai samurai bertelinga panjang yang pernah berjasa pada klannya di masa lalu. Sebagai tanda balas budi, ia merelakan Kakera dan pergi. Dengan selesainya masalah Kakera, para kura-kura ninja pun kembali ke dunia mereka sendiri dengan sihir Kakera.

Kata Daisho sendiri memiliki arti pedang yang berpasangan, dan dalam buku Daisho diceritakan dalamnya arti pedang bagi seorang samurai, bagaikan nyawa kedua bagi dirinya. Maka seorang samurai yang kehilangan pedangnya akan merasa kehilangan harga diri dan kebanggaan dirinya. Kehilangan pedang berarti samurai tersebut telah lalai ataupun kalah kemampuan dari orang yang diajaknya bertarung. Disini diceritakan bagaimana ngototnya Usagi mengejar penjahat yang dijuluki Jendral Fujii karena si jendral berhasil memperdaya dirinya dan memperoleh sepasang pedang kebanggaannya. Berbekalkan pedang pinjaman, Usagi bahkan rela bekerja sama dengan pembunuh bayaran yang hendak menumpas gerombolan Fujii dengan imbalan kepala Fujii, karena ia sudah cukup puas dengan kembalinya pedang miliknya.
Ada cerita lain di buku ini mengenai cinta lama Usagi yang tak terwujud, dikarenakan keduanya terikat dengan aturan dan kewajiban dunia masing-masing. Cerita ini memberikan sisi lain dari Usagi sang samurai, bahwa di suatu masa ia pun pernah melupakan posisi dirinya sebagai samurai yang ditugaskan mengawal dan jatuh cinta dengan putri yang dikawalnya. Melarikan diri dari kejaran ninja yang menghadang perjalanan mereka, kedua anak muda ini meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Awalnya tidak bisa menyesuaikan diri, akhirnya Putri Kinuko bisa menikmati perjalanannya dengan Usagi. Dalam keriuhan festival Tanabata, kedua anak muda ini jatuh cinta tapi menyadari perasaan mereka tidak bisa bersambut karena perbedaan posisi dan kewajiban yang mereka emban. Usagi adalah samurai pengawal yang ditugaskan tuannya Mifune sebagai teman keluarga putri untuk mengawal Putri …. yang hendak dinikahkan dengan Lord Hirano sebagai tanda bersatunya kedua keluarga.
Walau akhirnya diselamatkan pasukan Mifune, kedua anak muda ini masih resah dengan perasaan mereka. Dikala Lord Hirano menyampaikan rasa terima kasihnya dan menawarkan imbalan atas jasa Usagi menjaga istrinya, Usagi justru memberanikan diri meminta waktu pribadi dengan Putri Kinuko yang kini sudah menjadi Lady Hirano. Walaupun dinilai tidak sopan, permintaan itupun dikabulkan. Usagi sekali lagi menyampaikan perasaannya dan berusaha memperjuangkan cintanya sekali lagi. Menyadari posisinya, dengan bijak Lady Hirano memberikan sekuntum krisan sebagai simbol perasaannya dan meminta Usagi melupakan dirinya.
Terbangun dari lamunannya, Usagi menyadari cintanya yang telah lama usai dan pergi meninggalkan arak-arakan. Tanpa disadarinya, sekuntum bunga krisan dijatuhkan dari tandu yang mengarak Lady Hirano, menandakan sang Lady pun masih mengenang cintanya.

Yang menarik dan menjadikan serial ini aman dikonsumsi semua kalangan adalah gambar-gambar binatang sebagai karakter dengan wajah yang penuh ekspresi. Dan, walaupun ini cerita petualangan samurai yang penuh dengan adegan pertarungan, adegan terbunuhnya seorang tokoh diperlihatkan dengan keluarnya roh berwajah tengkorak dari tokoh tersebut.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.